Rabu, 15 Desember 2010

MUHASABAH DIRI

Inspirasi Jum’at, 10 Desember 2010.

Dari Khutbah Jum’at Masjig Rahmatal Lil ‘alamin




MUHASABAH DIRI


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillah, kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan hidayahnya sehingga kita masih dapat melaksanakan perintah Allah SWT yaitu sholat Jum’at. Marilah pada kesempatan kali saya menyeru kepada diri pribadi khususnya dan para jamaah semua pada umumnya, untuk selalu meningkatkan taqwaan kita kepada Allah SWT, dengan taqwa yang sebenarnya yaitu melaksanakan semua perintah Allah AWT dan menjauhi semua larangan Allah SWT, karena ketaqwaan inilah yang akan dinilai oleh Allah di hadapan Nya kelak di hari kiamat, bukan orang yang sukses karena harta yang melimpah atau kendaraan yang mewah, pangkat yang tinggi akan tetapi nilai ketaqwaan kita inilah yang menjadi ukuran yang paling bernilai di sisi Allah SWT.

Pada hari-hari ini kita akan memasuki tahun baru milladiyah yaitu 2011 atau kita baru saja sudah melewati tahun baru hijriyah 1432 H, namun apa yang dapat kita lakukan setiap kali kita melewati tahun baru itu, inilah yang menjadi pertanyaan penting bagi kita semua. Dengan tahun baru bukannya kita sedih akan tetapi kebanyakan dari kita adalah senang karena bertambahnya usia kita, namun sebenarnya yang terjadi adalah berkurangnya umur kita dan berkurangnya jatah hidup kita di dunia, inilah yang patut kita renungkan.

Dalam memulai tahun baru biasanya kita melakukan muhasabah, muhasabah artinya menghitung atau evaluasi, kita perlu melakukan muhasabah atau mengevaluasi diri agar jangan sampai menjadi orang yang gagal dalam mengarungi kehidupan dunia seperti hadist nabi dari imam turmudzi sebagai berikut:


Dari Syadad bin Aus r.a., dari Rasulullah saw., bahwa beliau berkata, ‘Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah swt. (HR. Imam Turmudzi, ia berkata, ‘Hadits ini adalah hadits hasan’) begitu juga umar bernah berkata : ‘Hisablah (evaluasilah) diri kalian sebelum kalian dihisab, dan berhiaslah (bersiaplah) kalian untuk hari aradh akbar (yaumul hisab). Dan bahwasanya hisab itu akan menjadi ringan pada hari kiamat bagi orang yang menghisab (evaluasi) dirinya di dunia.

Begitulah urgensi dari muhasabah setiap kita memasuki tahun baru. Muhasabah merupakan tahapan management hidup yang baik, karena setiap ada action atau tindakan atau perbuatan dan rencara pastilah harus ada evaluasi. Sehingga kita tidak melenceng jauh dari rencana semula dan apabila melenceng dari rencana yang sudah ditetapkan dapat dikendalikan untuk kembali ke rel yang seharusnya, inilah pentingnya kita melakukan muhasabah diri. Bahkan Allah SWT mengingatkan kepada kita agar jangan lupa dari tujuan hidup di dunia ini dengan firmannya di surat Al Hasyr[59] ayat 18-19:





18. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
19. dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. mereka Itulah orang-orang yang fasik.

Aspek-aspek apa saja yang perlu kita evaluasi (muhasabah) terhadap diri kita, minimal ada 3 hal yang perlu dijadikan landasan untuk muhasabah diri:

  1. Evaluasi diri terhadap ketaatan kepada Allah.
    Tahap awal dalam muhasabah diri adalah tentang ketaatan kita kepada Allah SWT, sudah sejauh mana kita taat kepada Allah SWT dengan melaksanakan perintahnya dan meninggalkan larangan Allah SWT, kita bandingkan dalam kehidupan kita apakah sudah banyak perintah Allah SWT yang sudah kita taati, atau seberapa banyak larangan Allah SWT yang kita langgar. Inilah yang perlu kita renungkan dalam perjalanan setahun yang telah kita lewati, dan jangan sampai kita lupa bahwa sejatinya Allah menciptakan manusia didunia ini tiada lain selain untuk beribadah keapda Allah SWt, seperti fiman Allah dalam surat Ad-Dzariyat [51] ayat 56.



    56. dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

  2. Evaluasi diri terhadap prilaku dalam mencontoh Rosulullah
    Aspek yang kedua adalah muhasabah atau mengevaluasi diri terhadap sikap dan perilaku kita sehari-hari apakah sudah mencontoh tauladan kita yaitu rosulullah Muhammad SAW atau tidak, seperti kita ketahui bahwa rosulullah SAW adalah panutan dan contoh kita dalam kehidupan sehari-hari, beliau adalah manuasi mulia dan maksum sehingga terjaga dari perbuatan dosa, akan tetapi beliau selalu bertasbih minimal 70 dalam sehari, bagaimana dengan kita sebagai manusia biasa yang tidak mendapat jaminan ampunan dari Allah, sudahkah kita minta ampun sebanyak rosulullah, tentulah permohonan ampun kita kepada Allah harus lebih banyak dari rosullullah karena kita sudah pasti bergeliman dosa. Contoh yang kedua adalah bagaimana ketika rosulullah sholat malam yang begitu lama bahkan samapi kakinya bengkak padahal dia sudah diampuni dosanya oleh Allah SWT akan tetapi sebagai tanda syukurnya dia beribadah dengan begitu hebatnya, bagaimana dengan kita yang jelas-jelas belum mendapatkan jaminan ampunan dosa, akan tetapi belum pernah beribadah sebagaimana ibadah rosulullah Muhammad SAW. Hal inilah yang patut kita renungkan sudah sejauhmana kita beribadah dan bertingkah lalu seperti yang dicontohkan rosullulah atau malah kita belum sama sekali memulainya. Padahal waktu terus berjalan begitu ganas sehingga manusia lupa akan jati dirinya.
  3. Evaluasi terhadap perilaku social kita
    Muhasah yang ketiga adalah apakah kita sudah menjadi makluk social yang bermanfaat bagi sesamanya, apakah sikap dan perilaku kita sudah bermanfaat bagi tetangga kita, bagi keluarga kita bahkan bagi agama dan negara kita, inilah yang perlu kita renungkan karena jangan sampai karena sikap social kita yang kurang baik kepada sesame manusia menjadikan kita rugi bahkan bangkrut diakhirat kelak seperti hadist nabi riwayat imam muslim :
    Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw. bersabda, ‘Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?’ Sahabat menjawab, ‘Orang yang bangkrut diantara kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak memiliki perhiasan.’ Rasulullah saw. bersabda, ‘Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan (pahala) shalat, puasa dan zakat, namun ia juga datang dengan membawa (dosa) menuduh, mencela, memakan harta orang lain, memukul (mengintimidasi) orang lain. Maka orang-orang tersebut diberikan pahala kebaikan-kebaikan dirinya. Hingga manakala pahala kebaikannya telah habis, sebelum tertunaikan kewajibannya, diambillah dosa-dosa mereka dan dicampakkan pada dirinya, lalu dia pun dicampakkan ke dalam api neraka. (HR. Muslim)
    Oleh karena itu perlulah kita evaluasi atau muhasabah diri kita dalam kehidupan social kemasyarakatan apakah sudah bermanfaat atau tidak sehingga jangan sampai menjadi orang yang bangkrut.

Inilah 3 hal yang perlu kita muhasabah diri, masih banyak aspek-aspek lain yang dapat kita bermuhasabah dengan hal tersebut, namun saya kira cukup sekian dari saya semoga dengan adanya muhasabah diri ini kita akan menjadi manusia-manusia yang beruntung dan mendapat ampunan dari Allah SWT. Amien.


Wallahu a’lam bis showab

Wassalamu’alaikum Warohmatullahi wabarokatuh.


Penulis

Baihaki
“Mencari, Belajar dan Berbagi”

Read More......

Rabu, 08 Desember 2010

Hadist Tentang Mengangkat Tangan dalam Berdoa

Inspirasi Kamis 09 Desember 2010.


Kumpulan Hadist Shohih


MENGANGKAT TANGAN KETIKA BERDO’A


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Pada Kesempatan kali ini akan saya sampaikan hadist-hadist yang berkenaan dengan berdo’a seperti tema kultum tentang do’a. hadist ini yang menyatakan boleh tidaknya mengangkat tangan dalam berdo’a. Saya bukanlah orang yang tepat untuk mengharuskan atau tidak untuk boleh mengangkat tangan, akan tetapi hadistlah yang akan memberikan tuntunan kepada kita agar jangan samapi salah menghukuminya. Inilah hadist-hadist yang berkenaan tentang mengangkat tangan dalam berdo’a.
  1. Diriwayatkan (dari Anas bin Malik r.a.) : Rasulullah Saw mengangkat kedua tangannya seraya berkata, " Ya Allah! limpahkan kepada kami hujan, Ya Allah! limpahkan kepada kami hujan, Ya Allah! limpahkan kepada kami hujan".
  2. Diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a. : Nabi Muhammad Saw tidak pernah mengangkat kedua tangannya setiap kali berdoa kecuali istisqa dan ia mengangkat tangannya sedemikian rupa sehingga ketiaknya yang putih terlihat.
  3. (diriwayatkan dari Salim) : Ibn Umar r.a. mengerjakan ramyu jamrah al-dunya (jamrah di dekat masjid Khaif) dengan tujuh batu kecil dan membaca takbir setiap kali melontar batu. ia kemudian pergi ke arah depan hingga sejajar dengan tanah tempat ia berdiri menghadap kiblat untuk waktu yang lama dan berdoa sambil mengangkat tangannya. kemudian ia mengerjakan jamrah al-Wustha (jamrah yang tengah) dan kemudian pergi ke arah kiri menuju tengah-tengah tanah, tempat ia berdiri menghadap kiblat. ia tetap berdiri disana untuk waktu yang lama dan berdoa sambil mengangkat tangannya. kemudian ia mengerjakan ramyu jamrah al-Aqabah dari pertengahan lembah, tetapi ia tidak berhenti di tempat tersebut bahkan langsung pergi dan berkata, "aku melihat Nabi Muhammad Saw mengerjakan yang seperti ini"
  4. diriwayatkan dari Abu Musa r.a. : sekembalinya dari Perang Hunain, Nabi Muhammad Saw mengutus Abu Amir sebagai komandan pasukan menuju Authas untuk menaklukan mereka. ia (Abu Amir, dalam perang itu) bertemu dengan Duraid bin Alshima. Duraid terbunuh dan Allah Swt mengalahkan kawan-kawannya. Nabi Muhammad Saw mengutusku bersama Abu Amir. kaki Abu Amir terkenah panah yang dilontarkan seorang laku-laki dari suku Jusyam. aku memburunya dan berkata, "wahai paman, siapa yang memanahmu?" ia menunjukkan Abu Musa seraya berkata,"ia yang memanahku". maka ku datangi ia. ketika ia melihatku, ia melarikan diri. aku mengejarnya sambil berteriak memanggilnya, "tak punya malukah kamu, berhenti!" maka ia pun berhenti lalu bertarung pedang satu lawan satu dengan ku. dan aku membunuhnya. kemudian aku kembali dan berkata kepada Abu Amir, "Allah telah membunuh pembunuhmu". Ia berkata," cabutlah anak panah ini" aku mencabutnya dan darah menyembur dari lukanya. kemudian ia berkata, "wahai anak saudaraku! sampaikan salamku kepada Rasulullah Saw dan mintalah ia memohonkan ampunan (Allah) untukku".
    Abu Amir menunjukku sebagai komandan pengganti pasukan itu. beberapa saat ia masih bernapas, kemudian syahid.
    (kemudian) aku kembali dan menemui Rasulullah Saw di rumahnya. kulihat Nabi Muhammad Saw tengah berbaring di tempat tidurnya. kusampaikan kepada Nabi Muhammad Saw perihal kami dan permintaan terakhir Abu Amir. Nabi Muhammad Saw meminta air kemudian berwhudu dan mengangkat tangannya seraya berkata : " Ya Allah ! ampunilah Ubaid Abu Amir" pada saat itu kulihat ketiak Nabi Muhammad Saw yang putih. kemudian Nabi Muhammad Saw berkata, "ya Allah ! jadikanlah ia (Abu Amir) lebih utama dibandingkan mahluk hidup-MU yang lain pada hari kiamat."
    aku berkata,"maukah engkau memintakan pula ampunan (Allah) untukku?" Nabi Muhammad Saw kemudian berkata,"ya Allah ! ampunilah dosa-dosa Abdullah bin Qais ( nama lain Abu Musa al-Asy'ari) dan masukkan ia kedalam surga-MU pada hari kiamat".

Wallahu A'lam bis Showab.


Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.



Baihaki
“Mencari, Belajar dan berbagi”

Sumber : http://hadits-albukhari.blogspot.com

Read More......

Berdoa Kepada Allah SWT (2)

Inspirasi Kamis 09 Desember 2010.

Kultum Subuh Masjid Darul Islah
Oleh Ustad Ismail, Spd


BERDO’A KEPADA ALLAH SWT (2)


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillah, kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan keringanan langkah kepada kita semua sehingga kita dapat melaksanakan sholat subuh berjamaah. Rasa syukur pantaslaj kita panjatkan karena kita masih diberikan kecondongan hati kepada kebaikan yaitu melaksankan istiqomah sholat berjamaah di masjid tercinta ini. Sholawat dan salam kita sampaikan kepada nabi Muhammad SAW, keluarganya dan para sahabatnya.
Pada kesempatan sebelumnya telah kita bahas tentang do’a dalam Surat Al A’raaf Ayat 55 dan Surat Al-Mu’min Ayat 60, sekarang kita akan bahas juga tentang do’a yang di sebutkan Allah SWT dalam Surat Al-Baqoroh Ayat 186.



186. dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.


Dalam Tafsir Al-Jalalain :

186. (Segolongan orang-orang bertanya kepada Nabi saw., "Apakah Tuhan kami dekat, maka kami akan berbisik kepada-Nya, atau apakah Dia jauh, maka kami akan berseru kepada-Nya." Maka turunlah ayat ini. ("Dan apabila hamba-hamba-Ku menanyakan kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku Maha Dekat) kepada mereka dengan ilmu-Ku, beritahukanlah hal ini kepada mereka (Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa, jika ia berdoa kepada-Ku) sehingga ia dapat memperoleh apa yang dimohonkan. (Maka hendaklah mereka itu memenuhi pula perintah-Ku) dengan taat dan patuh (serta hendaklah mereka beriman) senantiasa iman (kepada-Ku supaya mereka berada dalam kebenaran.") atau petunjuk Allah.

Dari ayat diatas dijelaskan bahwa ada sekelompok orang yang bertanya kepada Nabi Muhammad SAW tentang dimana Allah SWT, maka Nabi menjawab bahwa Allah SWT itu dekat. Dekat disini dalam arti bahwa kebesaran dan kekuasaaan Allah sangat dekat dengan kita, jika kita memohon kepada Allah niscaya pertolongan Allah akan segera datang, karena Allah SWT begitu dekat. Dan dijelaskan selanjutnya dari ayat tersebut bahwa jika ada hamba Allah SWT yang berdoa, maka pasti akan dikabulkan oleh Allah SWT. Maka ketika do’a kita belum dikabulkan oleh Allah SWT maka kita harus berbaik sangka kepada Allah, mungkin do’a kita akan dikabulkan diakhirat kelak, namun yang perlu kita ketahui bahwa do’a merupakan suatu ibadah, seperti disebutkan dalam hadist nabi. Oleh karena itu tugas kita adalah berdo’a, dikabulkan atau tidak itu adalah urusan Allah SWT, sedangkan kita hanya berusaha untuk berdo’a dan yang pasti do’a kita akan dicatat sebagai ibadah atau amal kebaikan yang tentunya akan mendapatkan perhitungan amal kebaikan,oleh sebab itu kita dianjurkan untuk selalu berdo’a karena merupakan ibadah kepada Allah SWT.
Nabi mengajarkan kepada kita bahwa dalam berdo’a hendaklah menggunakan kata-kata yang umum, jangan terlalu terperinci seperti kita memohon kebaikan di dunia, jangan diperinci ya Allah berikan kami rumah yang mewah type 104, mobil yang bagus seperti inova atau sebagainya, cukuplah kita berdo’a dengan ungkapan yang umum karena dalam ungkapan yang umum itu terkandung makna-makna yang khusus, seperti yang dicontohkan oleh nabi:



201. dan di antara mereka ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan Kami, berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa neraka"[127].


[127] Inilah doa yang sebaik-baiknya bagi seorang Muslim.

Kebaikan dunia disini sudah mencakup masalah rezeki yang cukup, istri yang sholehah, anak yang sholeh, ketenangan hidup dan dimudahkan segala urusan di dunia, sedangkan kebaikan di akhirat sudah mencakup dimudahkan pada saat dihisab oleh Allah, akan menerima kitab dari tangan kanan, akan melewati jembatan shirot yang berada diatas neraka dengan cepat, dan dimasukkan ke dalam surganya Allah SWT. Rosulullah juga mengajarkan agar membaca do’a kita diulangi 3X dalam setiap bacaan do’anya.

Berdo’a dapat dilakukan baik dalam sholat maupun diluar sholat, oleh karena itu marilah kita mohon kepada Allah SWT agar kita diberikan istiqomah untuk melaksanankan sholat berjamaah sampai akhir hayat kita, dan marilah kita wariskan kebiasaan sholat berjamaah ini kepada anak-anak kita, mudah-mudahan Allah SWT selalu meringankan langkah kita menuju masjid untuk melaksanakan sholat berjamaah. Amin.

Wallahu A'lam bis Showab.


Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.



Baihaki
“Mencari, Belajar dan berbagi”

Read More......

Senin, 06 Desember 2010

Kumpulan Software

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh


Untuk mencari software-sofware yang dibutuhkan dikumputer anda mungkin tulisan ini dapat membantu untuk dijadikan referensi sebagai tempat untuk menemukan software idaman anda yang sedang anda cari, dan ini merupakan tempat favorit saya dalam mencarai sofware didunia maya, baik yang freeware, shareware, full software.
Sama seperti halnya ebook dalam pencarian sofware ini saya sering di Kaskus atau indowebster ataupun tempat yang lain, antara lain:
  1. Index Kumpulan Sofware di Indowebster
  2. Index Software di Kaskus
  3. Software di d60pc.com


Sebenarnya masih banyak lagi tempat tempat favorit saya dalam berselancar software karena software-software tersebut banyak bertebaran di dunia maya, tinggal search/cari di paman google juga bisa....enak sekali tinggal download dan belajar deh....

Semoga tulisan singkat ini dapat membantu siapa saja yang membutuhkan. terimakasih yang banyak kepada kaskuser dan indowebster yang telah menyediakan semuanya.....

Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Penulis

341hq
"Mencari, Belajar dan Berbagi"
Read More......

Kumpulan Ebook

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang dengan pesat ketika revolusi industri dimulai, ditambah lagi ketika internet sudah mulai diperkenalkan sejak tahun 1962 untuk lebih jelasnya silahkan baca Sejarah_Internet , dengan berkembangnya internet tersebut arang dapat berhubungan dengan mudah baik data maupun program sehingga akan mempermudah semua akses ilmu pengetahuan, begitu juga dalam hal ebook berkembang dengan pesat, apalagi dengan maraknya forum atau group discussion menambah semaraknya per-ebook-an di dunia maya.
 
Ini adalah kumpulan-kumpulan ebook yang menjadi tempat favorit saya untuk rujukan dalam mencari ebook dan menurut saya penting untuk menambah pengetahuan kita mungkin ada yang berminat:
  1. Taman Bacaan di Kaskus
  2. Education Forum di Kaskus
  3. Ilmu Pengetahuan Indowebster Forum

Sebenarnya masih banyak lagi tempat-tempat mencari ebook di internet akan tetapi tidak dapat kami sebutkan satu persatu karena jumlahnya yang banyak sekali. Namun jika anda ingin lebih jauh mencari ebbok yang dibutuhkan anada dapat bergabung dengan forum-forum tersebut yang saya sebutkan diatas dapat request sehingga akan dicarikan oleh para master atau sebutan kerennya di dunia maya "moderator", sehingga kita dengan enak meminta bantuan untuk mencarikan ebook yang kita butuhkan dan tidak menunggu lama biasanya akan ada balasan dari forum tersebut. atau alternatif lain juga bisa melihat resensi buku melalui google book tinggal kita masukkan judul buku yang kita cari dapat deh....gampang kan....

Sekian dulu tulisan masalah ebook diblog saya, saya ucapkan terima kasih banyak kepada para master/juragan di kaskus dan indowebster.

Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh



Penulis

341hq
"Mencari, Belajar dan Berbagi"
Read More......

Minggu, 05 Desember 2010

Makna Tahun Baru

Inspirasi Kamis, 05 Desember 2010.

Sebuah Refleksi Diri
(dari berbagai sumber)



MAKNA TAHUN BARU


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillah, kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan hidayahnya dan kesehatan kepada kita semua sehingga masih dapat beraktifitas sampai saat ini dalam kondisi yang terbaik untuk menapaki jejak-jejak kehidupan yang masih tersisa, walaupun waktu terus berjalan tanpa mengenal lelah kita masih diberi setetes harapan dalam menghadapai tahun baru yang sebentar lagi kita akan melewatinya. Kita patut bersyukur yang sangat besar atas nikmat hidayah yang meringankan dan melapangkan jalan kehidupan kita karena masihlah banyak kehidupan yang lebih sulit dari kondisi kita sekarang inilah bentuk syukur kita yang perlu dikedepankan. Sholawat dan salam mari kita haturkan untuk penuntun ummat yang sangat kita dambakan syafaatnya kelak diakhirat yaitu nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabat dan para pengikutnya hingga akhir zaman.


Tanpa kita hitung dan mungkin tanpa kita sadari hari-hari terus bergulis tanpa mempedulikan keadaan kita sehingga akhirnya sampai juga kita dipenghujung bulan Desember 2010 untuk bulan Masehi dan zul hijjah 1431 untuk tahun Hijjriyah. Waktu memang selalu akan berputar tanpa mempedulikan manusia-manusia yang sedang sibuk dengan segala aktifitasnya di atas bumi ini, dia akan berputar dan terus berputar sesuai sunnah yang sudah dibebankan kepadanya oleh sang pencipta yaitu Allah Robbul Jalil dan waktu itu akan melibas dan meninggalkan siapapun yang tidak memperhatikan betapa cepat waktu berjalan sehingga suatu saat dia akan merasakan kerugian yang sangat besar dan hanya dapat meratapi penyesalan yang tentunya sudah tiada arti. Mereka yang beruntung adalah mereka yang mampu memanfaatkan waktu dan mengendalikannya sesuai kodratnya sebagai khalifah dipermukaan bumi dengan mengerjakan amal sholeh sebagai bekal untuk menempuh perjalanan yang abadi. Seperti yang telah disebutkan dalam Al-Quran Suart Al-Ashr:






  1. Demi masa.
  2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
  3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.


Dalam Tafsir Al Jalalain:
  1. (Demi masa) atau zaman atau waktu yang dimulai dari tergelincirnya matahari hingga terbenamnya; maksudnya adalah waktu salat Asar. 
  2. (Sesungguhnya manusia itu) yang dimaksud adalah jenis manusia (benar-benar berada dalam kerugian) di dalam perniagaannya. 
  3. (Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh) mereka tidak termasuk orang-orang yang merugi di dalam perniagaannya (dan nasihat-menasihati) artinya sebagian di antara mereka menasihati sebagian yang lainnya (supaya menaati kebenaran) yaitu iman (dan nasihat-menasihati dengan kesabaran) yaitu di dalam menjalankan amal ketaatan dan menjauhi kemaksiatan.

Memang kalau kita berbicara masalah waktu adalah hal yang sangat cepat bagaikan sebuah kilat, bahkan ada pepatah arab yang mengakatan waktu bagaikan sebilah pedang yang tajam, biasanya kita hanya bilang tau-tau dia yang dulunya anak-anak sekarang sudah punya anak, yang dulunya bapak-bapak sekarang sudah jadi kakek-kakek, bahkan yang dulunya masih hidup sekarang tinggal kenangan karena sudah meninggalkan kita untuk selamanya, ya... itu lah waktu yang akan terus berputar dan berjalan dengan cepat meninggalkan kita dan barang siapa tidak dapat memanfaatkan waktu dengan baik dia pasti akan merugi, bahkan orang barat pun punya pepatah time is money karena begitu pentingnya arti dari sebuah waktu.

Lantas apa arti dari sebuah pergantian waktu bagi kita ummat manusia yang tentunya hidup bukan hanya sekedar hidup tanpa adanya arti kehidupan melainkan untuk mencari bekal hidup yang abadi di akhirat nanti. Setidaknya dengan pergantian tahun ini minimal ada 4 point penting yang patut kita renungkan untuk menatap hari esok yang lebih baik, antara lain:

  1. Tahun depan bagi kita adalah harapan, seperti yang pernah diungkapkan oleh Imam Al-Ghozali bahwa hari esok adalah harapan bagi kita semua, hari esok belumlah milik kita, dia hanyalah harapan kita sehingga sikap kita dalam menyambut datangnya tahun baru baik Masehi dan Qomariah yang hampir bersamaan adalah sikap optimis atau penuh harapan yang baik bahwa di tahun depan tentu kita punya harapan dan optimis akan lebih baik dalam hidup kita, baik harapan yang baik untuk bidang ekonomi rumah tangga, cita-cita yang belum tercapai, hasrat yang belum kesampaian, problem-promlem hidup yang belum terselesaikan atau bahkan yang terlebih penting adalah optimisme dalam hal ibadah kita kepada Allah SWT, baik ibadah Mahdhoh ataupun ibadah-ibadah sosial yang tentu kita harapkan akan lebih meningkat di tahun depan agar kita tidak menjadi orang-orang yang merugi apalagi menjadi orang-orang yang celaka dikarenakan hari esok leboh jelek dari hari ini, tahun depan lebih jelek dari tahun ini. Inilah makna pergantian tahun yang pertama adalah optimisme akan muncul kembali, tentu dengan adanya evaluasi atau instropeksi diri akan hal-hal apa saja yang telah terjadi selama setahun ini, apakah raport kita dalam kehidupan masih banyak nilai merahnya atau sudah memenuhi persyararatan yang sudah ditetapkan oleh Sang Kholiq dan sebagainya tentu kita sendirilah yang lebih tahu dengan berkaca pada hati nurani kita masing-masing.
  2. Kedua adalah pergantian tahun secara hitungan angka tentu akan menambah umur kita, sehingga hitungan umur kita akan bertambah satu dari yang dulunya 10 atau 20 tahun akan menjadi 11 atau 21 tahun. Akan tetapi dengan bertambahnya bilangan umur kita apa yang dapat kita ambil maknanya inilah yang lebih penting dari sekedar bertambahnya nilai bilangan dari umur kita. Dengan bertambahnya umur kita berarti jatah hidup kita di dunia akan berkurang satu tahun, anggap saja jika Allah SWT memberi kita jatah hidup di dunia ini selama 100 tahun, maka dengn bertambahnya umur maka akan mengurangi bilangan yang sudah diberikan oleh sang Maha Pencipta untuk hidup kita, inilah paradigma yang perlu kita pahami, karena kebanyakan dari kita beranggapan bahwa jika bilangan umur kita bertambah atau yang lebih keren berulang tahun seolah-olah kita akan hidup lebih lama satu tahun sehingga kita malah bangga dan merayakan dengan hal-hal yang hura-hura sehingga kita melupakan arti sebenarnya ulang tahun dan bertambahnya bilangan umur kita yang sebenarnya mengurangi jatah bilangan hidup kita yang memang sudah ditetapkan oleh Sang Kholiq. Oleh karena itu dengan memahami bahwa pergantian tahun sama artinya dengan mengurangi jatah hidup kita maka mulailah untuk instrospeksi diri atau bermuhasabah atau berhitung-hitung diri sudah sejauh mana bekal yang sudah kita kumpulkan untuk perjalanan wisata ke akhirat, jika masih sedikit sehingga kita menganggap bekal yang kita bawa tidak akan cukup untuk perjalanan wisata akhirat maka tentulah kita harus berusaha untuk mencari bekal tambahan sehingga kita bisa menikmati perjalanan wisata akhirat kelak. Inilah yang tentu perlu diingat dari adanya pergantian tahun secara massal ataupun pergantian tahun secara pribadi, jangan sampai kita ikut-ikutan melaksanakan pergantian tahun dengan cara selebrasi yang berlebihan seperti orang-orang yang belum mengetahui makna sesungguhnya dari adanya pergantian tahun ini.
  3. Untuk pergantian tahun Hijjriyah tentu akan mempunyai arti tersendiri bagi kita karena hijjriyah itu sendiri sudah mempunyai makna yang dalam, hijjriyah berasal dari kata hijjrah yang mempunyai arti secara harfiahnya adalah berpindah tempat dan secara maknawiyah para ulama mendefinisikan adalah segala perpindahan dari kondisi yang buruk menuju ke kondisi yang lebih baik. Dengan kata lain adanya hijjrah haruslah ada yang dituju yaitu yang lebih baik dan ada yang ditinggalkan yaitu suatu kondisi yang jelek. Inilah dua syarat mutlak adanya suatu perpindahan atau hijjrah. Kalau kita hanya meninggalkan suatu kondisi yang buruk tanpa adanya tujuan tertentu yang membawa ke kondisi lebih baik tentu belum dapat dikatakan sebagai hijjrah, begitu sebaliknya kita mau menuju perubahan ke yang lebih baik akan tetapi kebiasaan lama belum ditinggalkan ini juga belum dikatakan hijjrah secara total. Oleh karena itu perpaduan dari kedua syarat ini haruslah sejalan sehingga maksud dan tujuan dari hijjrah itu sendiri dapat bermakna yang tentunya kita harapkan dapat menghapus penyesalan dan kerugian di akhirat.
  4. Selain itu dalam hijjrah juga terkandung nilai-nilai pengorbanan, seperti yang dicontohkan oleh peristiwa hijjrahnya Nabi Muhammad SAW dan para sahabat yang rela berkorban untuk meninggalkan kampung halaman yang sangat mereka cintai dan juga meninggalkan harta benda serta usaha yang sudah menghidupinya menuju ke suatu tempat yang masih asing dan tentunya harus memulai kehidupan yang baru dari nol lagi, akan tetapi dengan jiwa penuh optimisme dan rela berkorban untuk menuju kondisi yang lebih baik inilah yang menjadi dasar dan menguatkan tekat untuk hijjrah dapat terlaksana dengan baik. Begitu juga dengan kehidupan kita, untuk mencapai tujuan yang lebih baik tentunya perlu adanya pengorbanan yang tidak sedikit bahkan harus bersinggungan dengan perasaan kita sendir akan tetapi yakinlah bahwa jika kita berusaha dan terus berusaha pasti akan ada jalan dan pertolongan Allah SWT. Jika kita sudah berniat untuk berhijjah terus dan laksanakan dan berserah dirilah kepada Allah SWT niscaya harapan dan perubahan pasti akan terlaksana.

Mungkin hanya ini yang dapat kami sampaikan sebagai refleksi diri menyambut datangnya tahun baru Hijjriyah 1432 H dan tahun baru 2011 M, dengan harapan dan optimisme ditahun yang baru nanti dapat meningkatkan semua hal yang sudah menjadi tugas sebagai hamba Allah SWT dan harapan-harapan terbaik dalam kehidupan dunia ini.


Mohon maaf jika ada yang kata-kata keliru ini hanyalah keterbatasan dalam menyerap dan mendengarkan sebuah pengajaran dari Allah SWT.


Wallahu a’lam bis showab


Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.


Penulis


Baihaki
“Mencari, Belajar dan Berbagi”

Read More......

Jumat, 03 Desember 2010

Khutbah Jum'at

Inspirasi Jum’at, 03 Desember 2010.
Dari Khutbah Jum’at Masjig Rahmatal Lil ‘alamin



HARI YANG KITA PUNYA


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillah, kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan hidayahnya sehingga kita masih dapat melaksanakan perintah Allah SWT yaitu sholat Jum’at. Kita bersyukur masih diberi kesempatan untuk meningkatkan kualitas keimanan kita yang dari ke hari ke hari tantangan keimanan semakin berat. Sholawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW, keluarganya, sahabatnya dan pengikutnya hingga akhir zaman.
Tantangan untuk meningkatkan kwualitas keimanan di zaman akhir ini memanglah sangat berat, dimana masyarakat yang sudah cenderung permissive dan tidak lagi memperdulikan lingkungan sekirta, terjangan kebudayaan yang lambat laun menggerogoti keimanan sudah berada kedalam kehidupan privasi yang dapat likakukan dengan mudah seperti televise yang akan memberikan tantangan yang tentu akan menurunkan kwualitas keimanan kita.
Pada kesempatan ini kami menghimbau kepada para jamaah pada umumnya dan pada diri kami pribadi pada khususnya, untuk selalu memperkokoh keimanan kita dan jangan sampai mati dalam keadaaan tidak membawa iman, naudzubillahimindzalik. Inilah yang harus kita jaga setiap saat dan dimanapun kita berada agar selalu ingat kepada Allah SWT.
Tanpa kita sadari kita sudah melalui hari-hari kita dengan sangat panjang, pada saat ini kita sudah berada pada bulan desember 2010 M atau juga sudah berada di bulan Dzul Hijjah yang merupakan penghujung bulan di tahun 1431H, mungkin tanpa terasa kita lalui hari-hari kita dengan segala aktifitas rutin dan kejadian-kejadian yang mungkin tidak akan kita lupakan sepanjang hidup atau mungkin catatan catatan sejarah yang sudah kita ukir. Akan tetapi yang perlu kita ingat bahwa dengan adanya pergantian tahun itu berarti jatah hidup kita telah berkurang, hal inilah yang perlu kita sadari.
Imam Al-Ghozali memberikan nasehat kepada kita bahwa setiap manusia mempunyai lima hari saja, bukan hari pon, kliwon atau senin, selasa dan seterusnya bukan itu yang dimaksud oleh imam Al-Ghozali. Melainkan lima hari itu adalah :
  1. Hari yang telah lalu/kemarin , setiap kita yang hidup didunia ini pasti mempunyai hari yang telah berlalu, dan dengan kecanggihan tehnologi manusia apapun mereka manusia tidak akan pernah kembali ke masa yang telah lalu. Inilah yang perlu kita sadari sehingga dalam kehidupan kita sekarang haruslah diupayakan agar sesuai dengan kodrat kita sebagai hamba Allah dan kholifah dimuka bumi ini. Perlu kita sadari bahwa setiap amal perbuatan kita yang sudah kita lakukan bukanlah peristiwa yang berlalu begitu saja, akan tetapi segala aktifitas dan amal kita dicatat oleh malaikat yang tidak mungkin salah dalam menghitungnya, oleh karena itu kita harus selalu waspada agar jangan sampai amal perbuatan kita diwaktu lampau tersebut menghancurkan kehidupan diakhirat kelak, dan sadarlah bahwa penyesalan itu tidak pernah datangnya didepan akan tetapi selalu dibelakang, setelah peristiwa itu terjadi.
  2. Hari ini atau hari sekarang, adalah hari yang kita lewati dari pagi hingga saat ini kita berada adalah hari ini atau hari sekarang, coba kita renungkan apa saja yang sudah kita perbuat hari ini, sudahkan sesuai dengan perintah Allah SWT, atau ada hal-hal yang sudah kita lakukan yang bertentangan dengan perintah Allah SWT kita sendiri dapat menghitungnya. Seperti yang diucapkan oleh umar bin khattab yang artinya hisablah dirimu sendiri sebelum dihisab oleh Allah kelak dihari kiamat. Nabi mengajarkan bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini itu baru dikatakan orang yang beruntung, jika sama maka kita disebut orang yang rugi karena usia kita bertambah sedangkan amal ibadah kita masih sama dengan hari kemarin dan juga jangan sampai hari ini leh jelek dari hari kemarin karena itulah orang-orang yang celaka. Hari ini adalah yang sangat penting bagi kita karena hari inilah yang masih digenggam kita untuk melakukan yang terbaik dalam amal perbuatan, jika hari kemarin sudah lewat maka jangan sampai hari ini juga terlewatkan tanpa ada makna yang diridhoi oleh Allah SWT.
  3. Hari esok atau hari yang akan datang, adalah hari yang masih misteri bagi kita apakh umur kita aka sampai kepada hari esok tentu kita tidak tahu, oleh karena itu hari esok bagi kita adalah hari yang masih diangan-angan atau harapan untuk berbuat yang terbaik dalam hidup ini.
  4. Hari kematian kita, itulah hari yang pasti dimiliki oleh setiap insane yang bernyawa karena pasti setiap yang bernyaw itu akan mengalami kematian. Oleh karena itu sebelum hari kematian tiba maka kita harus terus berupaya untuk setiap saat meningkatkan amal ibadah kita sehingga bekal untuk perjalanan panjang kita diakhirat cukup sehingga tiada lagi penyesalan yang ada hanya rasa syukur kepad Allah SWT.
  5. Hari Akhir, inilah yang pasti akan dialami oleh semua manusia tanpa kecuali, dia akan melewati hari itu untuk dimintai semua pertanggungjawaban akan semua hal yang telah diperbuat didunia ini. Dan kita tidak dapat mengelak lagi karena semua angota tubuh kita yang akan menjadi saksi dalam pengalilan yang maha adil oleh tuhan robbul jalil yatiu Allah SWT.
Mohon maaf jika ada yang kata-kata keliru ini hanyalah keterbatasan dalam menyerap dan mendengarkan sebuah pengajaran dari Allah SWT. Wallahu a’lam bis showab Wassalamu’alaikum Warohmatullahi wabarokatuh. Penulis Baihaki “Mencari, Belajar dan Berbagi”
Read More......

Selasa, 30 November 2010

Berdoa Kepada Allah SWT (1)

Inspirasi Selasa 30 November 2010.

Kultum Subuh Masjid Darul Islah
Oleh Ustad Ismail, Spd


BERDO’A KEPADA ALLAH SWT


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillah, kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah yang masih memberikan keringanan langkah kepada kita sehingga kita dapat melaksanakan sholat subuh berjemaah. Kalau bukan karena rahmat dari Allah SWT tentulah akan terasa sangat berat sekali bagi kita untuk melangkahkan kaki menuju ke masjid untuk melaksanakan sholat berjemaah. Sholawat dan salam kita sampaikan kepada nabi Muhammad SAW, keluarganya dan para sahabatnya.
Pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan masalah do’a dalam Surat Al A’raaf Ayat 55 dan Surat Al-Mu’min Ayat 60.



55. Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas[549].

[549] Maksudnya: melampaui batas tentang yang diminta dan cara meminta.

Dalam Tafsir Al-Jalalain :

055. (Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri) menjadi hal, yakni merendahkan diri (dan dengan suara yang lembut) secara berbisik-bisik (Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas) di dalam berdoa. Seperti banyak berbicara dengan suara yang keras.



60. dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku[1326] akan masuk neraka Jahannam dalam Keadaan hina dina".

[1326] Yang dimaksud dengan menyembah-Ku di sini ialah berdoa kepada-Ku.

Dalam Tafsir Al-Jalalain :
060. (Dan Rabb kalian berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagi kalian) maksudnya, sembahlah Aku, niscaya Aku akan memberi pahala kepada kalian. Pengertian ini disimpulkan dari ayat selanjutnya, yaitu, (Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk) dapat dibaca Sayadkhuluuna atau Sayudkhaluuna, menurut bacaan yang kedua artinya, mereka akan dimasukkan ke dalam (neraka Jahanam dalam keadaan hina dina") dalam keadaan terhina.


Dari kedua ayat tersebut diatas jelaslah bahwa doa merupakan perintah dari Allah SWT, karena dengan doa melambangkan bahwa kita ini benar-benar seorang hamba yang tidak berdaya yang membutukan Allah SWT yang maha segalanya. Orang yang tidak mau atau enggan berdo’a berarti orang tersebut sombong, seolah-olah tidak membutuhkan Allah SWT, karena dia sudah merasa mampu dalam kehidupan dunia ini.
Allah SWT memerintahkan kita semua untuk berdoa kepada Allah dan Allah berjanji akan mengabukan do’a yang kita panjatkan. Menurut Imam Nawawi dalam berdo’a harus mengikuti adab yang perlu dilakukan agar do’a kita cepat dikabulkan oleh Allah SWT, antara lain:

1. Ikhlas, dalam berdo’a kita harus ikhlas semata-mata karena Allah SWT, bukan karena yang lainnya. Seperti ketika kita sedang sholat kita ikhlas karena Allah SWT bukan karena mau dilihat orang lain, atau bukan ingin dipuji atau yang lainnya akan tetapi murni karena Allah SWT.
2. Yaqin, dalam berdo’a kita harus yaqin bahwa do’a yang kita panjatkan akan dikabulkan oleh Allah SWT, karena Allah telah berjanji sesuai dengan ayat diatas, oleh karena itu keyaqinan ini juga akan mempengaruhi kwualias dari do’a kita. Dan yaqinlah bahwa apabila do’a kita tidak diberikan oleh Allah SWt didunia pasti akan diberikan diakhirat.
3. Dengan sikap “tadhorruk” (merendahkan diri di hadapan Allah) dan suara yang lemah lembut. Tidak terlalu keras, karena Allah tuhan Yang Maha Mendengar, bahkan seakan berbisik dimana hanya kita dan lawan bicara yang mendengar, seperti dijelaskan dalam tafsir Al-jalalain diatas.
4. Berdo’a pada tempat dan Waktu yang istijabah (utama) dimana pada tempat danwaktu istimewa tersebut do’a-do’a akan cepat dikabulkan oleh Allah, seperti Roudhoh, hijir ismail, waktu tengah malam, ba’dha sholat, antara azan dan iqomah dan lainsebagainya.
5. Piliharah diri kita dari hal-hal yang dilarang oleh Allah, baik makan minum dari barang haram, sehingga hati kita akan lebih cepat tersambung dengan Allah. Jika kita masih sering makan yang tercampur barang yang subhat apalagi haram, maka akan lebih sulit do’a akan dikabulkan oleh Allah, meskipun Allah maha mengabulkan do’a dari orang yang dikehendakinya.

Wallahu a'lam bis showab.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Baihaki
“Mencari, Belajar dan berbagi”
Read More......

Kamis, 25 November 2010

Kajian Tafsir Al-Qur'an Surat Ali 'Imron Ayat 14

Inspirasi Kamis 25 November 2010.
Dari Pengajian Alqur'an Padepokan Aji-aji Cangkir Tua
Pengasuh Ustad Muhayyan SH. MM.



KESENANGAN DUNIA



Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillah, kita panjatkan puji syukur kehadirat allah yang masih memberikan hidayahnya sehingga kita masih dapat melaksanakan istiqomah dalam mencari ilmunya Allah SWT.

Kejadian akhir-akhir ini merupakan sebuah taqdir yang datangnya dari Allah SWT yang merupakan suatu perubahan gejala alam yang sudah menjadi sunnahnya. Perubahan-perubahan alam yang terjadi baik karena ulah tangan manusia itu sendiri atau memang suatu taqdir dari Allah SWT tentunya tidak dapat kita halangi kedatangannya, akan tetapi yang terpenting bagi kita adalah apakah kejadian-kejadian perubahan alam dan segala sesuatunya itu merupakan ujian keimanan kita, atau peringatan atau bahkan merupakan azab bagi diri kita. Inilah yang menjadi pertanyaan bagi diri kita masing-masing, dan hanya hati nurani kita sendirilah yang dapat menjawabnya karena yang pasti jawban setiap manusia itu akan berbeda-beda tergantung dari sikap dan perilakunya sebagi hambah Allah dimuka bumi ini.
Perubahan-perubahan yang terjadi pada kehidupan kita atau yang menjadi taqdir kita tentunya pasti akan kita alami, walau kita berusaha menghindar sekuat tenaga, akan tetapi kekuatan allah tentu lebih dahsyat yang tidak mungkin kita halangi untuk menghindar dari kejadian-kejadian yang memang sudah digariskan sebagai taqdir kita. Sebagai pertanyaan bagi diri kita sebagai manusia yang menjadi hamba allah adalah sudah siapkan bekal kita menghadapi semua perubahan-perubahan yang tentunya pasti akan terjadi. Seperti bayi yang lahir kemudian belajar berjalan kemudian menjadi remaja, dewasa dan tua dan akhirnya tentu akan berpulang jua ke alam barzah, karena sudah menjadi nash dari Allah SWT setiap yang bernyawa itu akan mengalami kematian seperti disebutkan dalam surat An-Nisa’ ayat 78



78. di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, Kendatipun kamu di dalam benteng yang Tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan[319], mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) Hampir-hampir tidak memahami pembicaraan[320] sedikitpun?

[319] Kemenangan dalam peperangan atau rezki.
[320] Pelajaran dan nasehat-nasehat yang diberikan.

Sudah cukupkah bekal kita untuk menuju perjalanan panjang, yang tentu memerlukan bekal yang sangat banyak, bagaikan seorang anak yang mau bepergian bertamasya tentulah dia harus mempersiapkan bekal yang cukup agar nantinya ditempat tamasya tidak menderita, dikala teman-teman yang lain sedang asyik membeli jajanan karena membawa bekal yang banyak sedangkan bagi anak yang tidak membawa bekal tentu dia hanya melihat danmerana kenapa dia tidak membawa bekal yang banyak sebelumnya, tentu penyesalan memang tiada pernah berada pada awalnya, akan tetapi seruan dan peringatan Allah untuk membawa bekal yang cukup tentu sudah kit ketahui, akan tetapi tinggal bagaimana kita untuk melaksanakan semua bekal agar didapat. Ini lah yang patut kita direnungkan.

Marilah kita mulai kajian kita dengan mebaca dua kalimat syahadat untuk memperkokoh dan mempertebal keyakinan kita kepada Allah.




Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang patut disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa nabi muhammad adalah utusan Allah.


Kita lanjutkan Kajian Tafsir Al-Qur'an dengn ayat selanjutnya surat Ali ‘Imron ayat 14.




14. dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, Yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak[186] dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).

[186] Yang dimaksud dengan binatang ternak di sini ialah binatang-binatang yang Termasuk jenis unta, lembu, kambing dan biri-biri.


Dari Tafsir Al-Jalalain

014. (Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan kepada syahwat) yakni segala yang disenangi serta diingini nafsu sebagai cobaan dari Allah atau tipu daya dari setan (yaitu wanita-wanita, anak-anak dan harta yang banyak) yang berlimpah dan telah berkumpul (berupa emas, perak, kuda-kuda yang tampan) atau baik (binatang ternak) yakni sapi dan kambing (dan sawah ladang) atau tanam-tanaman. (Demikian itu) yakni yang telah disebutkan tadi (merupakan kesenangan hidup dunia) di dunia manusia hidup bersenang-senang dengan hartanya, tetapi kemudian lenyap atau pergi (dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik) yakni surga, sehingga itulah yang seharusnya menjadi idaman dan bukan lainnya.


Dalam ayat ini dijelaskan bahwa setiap manusia dalam kehidupan dunia ini akan dihiasi oleh keinginan atau kecenderungan terhadap syahwat atau hawa nafsu yang cenderung mengikuti bisikan setan, dalam ayat ini disebutkan perhiasan atau kesenangan manusia di dunia sebagai ujian antara lain:

  1. Wanita, Wanita sudah ditaqdirkan atau dalam penciptaannya sudah indah sehingga pantas wanita sebagai perhiasan dunia. Dalam perkembangan sejarah ummat manusia, banyak pemimpin atau raja yang tidak kuat dikala diuji dengan hiasan dunia yang namanya wanita. Dalam dunia akhir-akhir ini juga ujian dari wanita semakin dahsyat baik lewat media cetak, elektronik maupun langsung dalam wujud pergaulan dan interaksi sosial lainnya. Oleh karena itu kecenderungan terhadap perhiasan dunia yang berupa wanita sudah diberi jalan oleh Allah SWT dengan jalan menikah dan membangun keluarga sakinah, mawaddah, dan warohmah. Untuk itulah kita perlu menjaga kecenderungan kepada perhiasan yang bernama wanita agar jangan sampai tergelincir dari jalan Allah SWT.
  2. Anak, Sejak zaman dahulu anak sudah menjadi perhiasan dunia, tanpa kehadiran anak tentunya akan terasa berbeda, seperti bagaimana kerinduan sorang nabi Ibrohim terhadap kelahiran seorang anak (Ismail) dan kemudian ketika do'anya dkabulkan oleh Allah SWT kemudian beliau diuji keimanannya apakah cinta atau keenderungan hubbus syahawat terhadap anak lebih besar terhadap cintanya kepada Allah SWT dengan ujian untuk menyembelih anak tersayangnya dan ternyatakecintaan nabi Ibrohim terhadap Allah lebih besar dan melakukan perintah Allah SWT untuk menyembelih putranya yang akhirnya Allah SWT mengganti Nabi Ismail dengan seekor domba yang besar. inilah perhiasan dunia yang berupa anak dapat membuat kecintaan kita kepada Allah SWT menjadi berkurang jika tidak dapat mengendalikan syahwat kepada baniin (anak).
  3. Harta yang banyak merupakan impian dan keinginan semua orang agar dalam hidup mengarungi dunia ini dapat kiranya bahagia, padahal kebahagiaan tidak diukur dari seberapa banyak harta yang dimilikinya, tetapi manusia berlomba-lomba untuk mengumpulkan harta sampai lupa akan kewajibannya sebagai hamba Allah SWT untuk beribadah kepada-Nya. inilah perhiasan dunia berupa harta yang dapat menggelincirkan orang dari jalan Allah, seperti yang dialami oleh seorang Sa'labah. bagaimana dia begitu rajin beribadah tatkala ia masih dalam kondisi miskin bahkan sangat miskin sampai-sampai untuk melaksanakan ibadah dia harus bergantian dengan istrinya karena tidak ada kain lagi, akan tetapi setelah dia menghadap rosulullah dan minta di do'akan agar menjadi orang yang kaya kemidian diberikanlah seekor kambing kepada Sa'labah. kemudian dari satu kambing itulah berak pinak sehingga sa'labah menjadi orang yang kaya raya namun dengan ujian kekayaannya itu dia tergelincir sehingga kemudian tidak taat kepada Allah SWT.
  4. Emas dan perak, merupakan simbol dari kesuksesan seseorang dalam kehidupan dunia ini sehingga kebanyakan manusia berlomba-lomba untuk mengumpulkan emas dan perak dan kecencerungan untuk mengumpulkan emas dan perak kalau kita tidak hati-hati dapat menggelncirkan seorang dari jalan Allah.
  5. Kuda yang bagus atau dalam bahasa sekarang adalah kendaraan yang mewah, adalah keinginan hampir semua orang, setelah mempunyai istri atau wanita, harta yang banyak dan emas dan perak adalah kendaraan yang dapat digunakan untuk kepentingan kehidupan. Pada zaman dahulu kuda merupakan kendaraan yang bergensi dan mempunyai kedudukan yang tinggi ketika orang memiliki kendaraan yang bagu. inilah hiasan-hiasan dunia yang patut kita waspada terhadap keinginan atau hasyrat yang berlebihan sehngga menggelincirkan dari beribadah kepada Allah SWT.
  6. Hewan ternak termasuk sapi atau kambing atau dalam bahasa sekarang adalah modal atau usaha yang banyak. walaupun secara harfiah juga kesenangan kepada hewan atau binatang peliharaan juga termasuk pada hiasan dunia, seperti burung dengan harga yang mahal, sapi atau kambing untuk lomba, atau hal lainnya yang memiliki kecenderungan untuk memiliki.
  7. Sawah dan ladang yang luas dan tanaman termasuk juga tambak, kebun dan usaha-usaha yang berkaitan dengan itu merupakan hiasan dunia yang menghiasi kehidupan manusia didunia ini. yang membuat manusia mempunyai kecenderungan untuk memilikinya semua.

Hal-hal inilah yang menjadi sumber hiasan atau sumber kesenangan dunia yang cenderung untuk dimiliki oleh semua manusia. Namun harus yaqin dan disadari bahwa semua hiasan-hiasan atau kesenangan dunia itu ada batasnya dan akan ditinggalkan ketika kontak kehidupan atau maut sudah menghampiri kita dan sungguh tiada berguna dan hanya disisi Allah lah sebenar-benarnyanya tempat yang paling baik sebagai tempat kembali yaitu surga. dan untuk itulah harus kita upayakan agar kecenderungan kepada kesenangan atau hiasan dunia agar jangan sampai menggelincirkan kita untuk beribadah kepada Allah SWT. Karena kepada Allah lah sebenarnya yang harus menjadi tujuan atau sumber kesenangan semua manusia bukan yang lainnya.

Wallahu a'lam bis showab.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.



Baihaki
“Mencari dan berbagi”






Read More......

Kamis, 04 November 2010

Kajian Tafsir Al-Qur'an Surat Ali 'Imron Ayat 9

Inspirasi Kamis 04 November 2010.

Dari Pengajian Alqur'an Padepokan Aji-aji Cangkir Tua Gresik
Pengasuh Ustad Muhayyan SH. MM.


Manusia Di Kumpulkan


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillah, kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan hidayahnya sehingga kita masih dapat melaksanakan istiqomah kita dalam mencari ilmunya Allah SWT. Kita bersyukur masih diberi kesempatan untuk memperdalam ilmu Al-Quran, sehingga kita masih diberikan suatu penyejuk atau pengingat tentang keimanan kita walaupun hanya seminggu sekali. Sholawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW, keluarganya, sahabatnya dan pengikutnya hingga akhir zaman.
Kejadian akhir-akhir ini dengan adanya tanah longsor, banjir bandang atau tsunami bahkan gunung meletus harusnya kita perlu untuk merenungkan kembali tentang kejadian ini apakah kejadian ini merupkan azab dari Allah SWT ataukah hanya sekedar peringatan Allah SWT ataupun merupakan suatu ujian yang datangnya dari Allah SWT, tentu hanya kita sendirilah yang tahu dengan bertanya pada hati nurani kita masing-masing apakah kejadian yang menimpa kita dan bangsa ini merupakan azab, peringatan atau ujian tergantung dari amal ibadah kita, kalau tingkah laku, ibadah dan aqidah kita atau masyarakat kita sudah tidak sesuai dengan perintah Allah SWT atau bahkan jauh menyimpang tentunya bukan lagi ujian atau peringatan dari Allah SWT akan tetapi sudah merupakan azab dari Allah SWT.
Kejadian banjir bandang, tsunami, longsor, gunung meletus dan lain sebagainya sudah menjadi hal yang biasa terjadi pada kita yang menyebabkan kita kurang peka terhadap apa sebenarnya yang terjadi dengan adanya peristiwa tersebut atau dengan kata lain mata bathin kita sudah mulai mati karena tidak dapat menerima sinyal dari sang pencipta tentang kejadian-kejadian yang menimpa itu merupkan taqdir dari Allah SWT bukan gejala alam semata, dengan adanya musibah yang begitu banyak kita tidak dapat mengambil pelajaran sehingga nantinya dapat meningkatkan instropeksi diri tentang hal-hal yang terjadi sehingga dapat meninggkatkan pula amal ibadah sebagai bagian konsekwensi sebagai seorang hamba Allah SWt, dan juga apakah ini sudah menjadi tanda-tanda bahwa hati kita sudah mulai mati sehingga peringatan dan seruan alam agar kita kembali kejalan yang benar tidak dapat kita tangkap. Lihat saja dengan adanya gunung meletus malah dibuat ajang untuk mencari kesempatan untuk mencuri harta benda yang ditinggalkan pemiliknya untuk mengungsi, inikah tanda bahwa hati nurani kita sudah benar-benar mati sehingga sudah tidak peduli dengan penderitaan saudara sebangsa dan setah air dan tidak takut dengan azab Allah SWT. Inilah yang patut kita renungkan dari kejadian-kejadian akhir-akhir ini.
Marilah kita mulai pengajian ini dengan membaca dua kalimat syahadat untuk memperkuat keimanan kita agar lebih menghujamkedalam lubuk hati kita sehingga apapun yang terjadi adalah datangnya dari Allah.




Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang patut disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa nabi muhammad adalah utusan Allah.

Surat Ali 'Imron Ayat 9



9. "Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya". Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.

Dari Tafsir Jalalain :

09. (Tuhan kami! Sesungguhnya Engkau akan mengumpulkan manusia) menghimpun mereka (untuk suatu hari) maksudnya pada suatu hari (yang tak ada keraguan) atau kebimbangan (padanya) yakni hari kiamat, maka Engkau balas amal perbuatan mereka sebagaimana telah Engkau janjikan. (Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.") yakni janji-Nya tentang saat berbangkit. Di sini terdapat peralihan pembicaraan dan kemungkinan ia merupakan firman Allah swt. Adapun maksud dari doa seperti itu ialah untuk menyatakan bahwa pusat perhatian mereka ialah soal akhirat. Oleh sebab itulah mereka memohon agar tetap berada dalam hidayah atau petunjuk Allah hingga beroleh pahala. Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim melalui Aisyah r.a. katanya, "Rasulullah saw. membaca ayat, 'Dialah yang telah menurunkan kepadamu kitab, di antara isinya ialah ayat-ayat yang muhkamat...' dan seterusnya lalu sabdanya, 'Apabila kamu lihat orang-orang yang mengikuti ayat-ayat mutasyabihat mereka itulah yang disebutkan oleh Allah, maka waspadalah terhadap mereka.'" Diriwayatkan pula oleh Thabrani dalam Al-Kabir melalui Abu Musa Al-Asyari, bahwa ia mendengar Nabi saw. bersabda, "Tidak ada yang aku khawatirkan terhadap umatku, kecuali tiga perkara yang di antaranya ialah akan dimudahkan bagi mereka mempelajari Alquran, tetapi orang mukmin mencari-cari takwil yang mutasyabihat, padahal tidak ada yang tahu akan takwilnya itu kecuali Allah, sedangkan orang-orang yang mendalam ilmunya mengatakan, 'Kami beriman padanya, semuanya dari sisi Tuhan kami dan tidaklah yang beroleh peringatan kecuali orang-orang yang berakal.'" (Hadis)

Dari Ayat diatas menyebutkan bahwa Allah pada hari yang sudah ditentukan yaitu hari kiamat akan mengumpulkan seluruh manusi mulai dari nabi Adam sampai manusia diakhir jaman atau kiamat, bermilyar-milyar manusia itu akan dikumpulkan oleh Allah di suatu tempat yang sangat luas yaitu padang mahsyar. Setelah kejadian hari kiamat tersebut, semua yang bernyawa akan merasakan kematian dan manusia akan dibangkitkan kembali setelah ditiup tiupan terompet yang pertama. Seperti yang disebutkan oleh Allah SWT dalam surat An-Nazi’at Ayat 6-9. dan pada saat itulah manusia akan terkejut karena dibankitkan kembali dan akan dihisab. Dan itulah janji Allah SWT karena Allah tidak akan pernah mengingkari janji.






6. (Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama menggoncang alam,
7. tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua.
8. hati manusia pada waktu itu sangat takut,
9. pandangannya tunduk.


Pada hari itu semua amalan manusia akan dihisab atau diperhitungkan oleh pengadilan yang maha adil tidak ada keraguan mengenai keadilannya karena langsung oleh yang maha Adil yaitu Alla SWT. Manusia akan dipanggil satu persatu untuk mempertanggungjawabkan semua amal perbuatannya selama didunia. Pada saat itu matahari didekatkan oleh Allah SWT sehingga ada manusia yang keringatnya sedengkul, sepaha adajuga yang sepusar ada juga yang seleher bahkan ada juga yang tenggelam oleh keringatnya sendiri padahal orang disebelahnya tidak merasakan apa-apa karena pada hari itu tidak ada lagi pertolongan hanya amal ibadahnya sajalah yang berguna yang akan menolongnya. Pada saat itulah ada 7 kelompok manusia yang akan dapat naungan langsung dari Allah SWT antara lain :

  1. Imam Adil (pemimpin yang Adil), menjadi pemimpin yang adil adalah suatu pekerjaan yang berat sehingga pasntaslah mendapat naungan langsung dari Allah SWT. Kalau kita lihat dalam kehidupan sehari-hari sangatlah sulit kita akan menjumpai pemimpin yang adil, mereka hanya berlomba untuk menjadi pemimpin setelah itu mereka berbuat zhalim kepada para pemilihnya.
  2. Anak muda yang senantisa beribadah kepada Allah SWT. Anak muda yang pada saat yang sama sedang dalam masa pencarian jati diri, waktu dipergunakan kesana-kemari tanpa tahu tujuan hidup dan banyak juga yang terjerumus dalam pergaulan bebas, narkoba, tauran remaja dan hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT, dan kalau orang tua yang rajin beribadah kepada Allah SWT adalah hal yang lumrah, karena dia sudah menjelang maghrib dalam kehidupannya sehingga sudah sewajarnya dia melaksanakan untuk memperbanyak amal ibadahnya akan tetapi jika ada sekelompok anak muda yang senantiasa taat dan tunduk untuk beribadah kepada Allah SWt adalah hal yang istimewa oleh karena itu pantas mendapat lindungan Allah SWT pada hari yang tiada lagi perlindungan manusia lainnya yaitu padang mahsyar.
  3. Seseorang yang hatinya dipertautkan dengan Masjid, Setiap orang yang hatinya selalu tertaut dengan masjid bukan orang yang setiap saat dimasjid yang berarti tidak bekerja hanya duduk-duduk di masjid yang hal ini tentu dilarang dalam agama, akan tetapi hatinya selalu ingat kepada Allah dimanapun ia berada, ketika dia berada dipasar ia ingat kepada Allah sehingga dalam menjalankan perdagangan ia melaksanakan sesuai aturan islam, begitu juga ketika kita berada di kantor atau ditempat kerja dia sadar selalu diawasi oleh Allah sehingga dia tidak akan melakukan korupsi atau hal-hal yang dilarang oleh Agama. Orang seperti inilah yang akan mendapat naungan langsung dari Allah SWT.
  4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah, yakni keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah, jika kita berkumpul dan berpisah karena Allah maka akan mendapat naungan langsung dari Allah pada hari kiamat nanti.
  5. Seorang laki-laki yang ketika dirayu oleh seorang wanita yang cantik lalu dia menjawab” sungguh aku takut kepada Allah”, pada zamansekarang ini dimana sudah serma permisif dimana budaya pergaulan bebas, budaya pacaran dan sex bebas sudah bukan hal yang aneh oleh karena sangat langka seorang yang digoda oleh lawan jenisnya kemudian menolak karena takut kepada Allah SWT adalah pastas sekali akan mendapatkan naungan dari Allah SWT pada hari kiamat kelak.
  6. Seseorang yang mengeluarkan shodaqoh secara sembunyi sehingga tangan kiri tdak mengetahui apa yang diperbuat oleh tangan kanan. Ini adalah suatu gambaran orang yang bersedekah dengan sangat ikhlas, dan tidak perhitungan akan amal yang telah dikerjakan sehingga keluarga, atau orang sekitarnya tidak mengetahui apa yang dilakukannya dalam hal bersedekah.
  7. Seseorang yang berdzikir kepada Allah di tempat yang sunyi kemudian meneteskan air mata. Ini adalah gambaran dari seorang yang dalam keheningan malam dia bertahajjud dan ingat kepada Allah SWT kemudian meneteskan airmata karena ingat akan dosa-dosa yang telah diperbuat selama ini. Air mata tidak akan keluar jika hati dan perbuatan kita belum bersih dari segala perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT.


Wallahu a'lam bis showab.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.




Baihaki
“Mencari, Belajar dan Berbagi”



Read More......

Senin, 01 November 2010

Home

Sepatah Kata


Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Blog ini dibuat untuk menuangkan pikiran-pikiran dari pribadi say pribadi, baik itu terjadi dari pengalam penulis sendiri atau peristiwa orang lain yang diketahui oleh penulis ataupun segala sesuatu yang didengarkan oleh penulis kemudian dituangkan kedalam blog ini dengan gaya bahasa dan penambahan wanaca dari penulis.

Blog ini sendiri didesain untuk siapa saja yang sudi mampir dan menyempatkan diri membaca semua tulisan-tulisan yang ada dengan harapan dapat berguna bagi penulis sendiri dan bagi semua orang yang telah membuka blog ini dan orang-orang yang peduli dengan sesamanya untuk kepentingan pencerahan.



Saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Allah SWT yang masih memberi kesempatan kepada saya untuk berkarya, juga kepada suri tauladan kita nabi Muhammad SAW, keluarga serta para sahabatnya yang telah memberikan uswah dan inspirasi dalam mengarungi kehidupan di dunia ini. Kepada keluarga ku bapak ibu yang telah bersusah payah mendoakan anaknya untuk memjadi yang terbaik, serta istriku yang selalu setia menemaniku dikala susah dan senang. Serta anak ku tercinta yang selalu mendoakan untuk kebaikan dunia akhirat.



Akhirnya semoga allah memberkati kita semua, aamiin


Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh


341hq

Penulis

Read More......

Minggu, 17 Oktober 2010

About

Sebuah catatan profil

       Aku lahir di sebuah tempat nun jauh di daerah madura tepatnya di pamekasan, lebih jauh lagi di pegantenan lebih jauh dan jauh lagi di sebuah desa yang asri dan menyejukkan dialah desa plakpak (pengaporan) yang bersebelahan dengan pondok pesantren ummul quro.
      Latar belakang sejarah yang begitu kental telah membentuk sebuah pribadi yang sesuai dengan topologi dan demografi madura kebanyakan dengan sedikit polesan dari kedua orang tua yang akan membedakan satu dengan lainnya, baik dari segi karakter, perilaku, serta motivasinya.
      Perjalanan kehidupan yang sudah Aku tempuh sudah sepanjang umur aku lahir, belajar merangkah dan berjalan sampai aku remaja ku jalani ditempat asalku tersebut diatas. Dengan perjalanan dan pengalaman di bidang pendidikan formal mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan menegah dan juga pendidikan informal seperti madrasah pada sore hari, mengaji dilanggar pada malam hari, adalah ritme kehidupanku pada saat itu. Bermain dengan teman sebaya seperti  perang-perangan, bal-balan, congklak, selodur (permaian tradisional) sampai berenang di sungai pada saat air tenang atau pun air sungai banjir adalah sebuah pengalaman dari perjalanan hidup ini.
      Dalam masa periode ini aku mulai mengenal arti hidup, bahwa hidup haruslah berjuang dan berjuang tanpa kenal lelah, malu dan putus asa untuk meraih sebuah impian. Dikala remaja sebayaku kebanyakan menempuh gaya hidup seperli aliran kebanyakan, baik dalam pendidikan maupun pandangan hidup ke depan (biasanya anak-anak dikampungku setelah lulus sekolah dasar langsung melanjutkan ke pondok pesantren) tapi aku tidak akan tetapi aku melanjutkan sekolah ke SMP di kota pamekasan. Mungkin pada saat itu masih sedikit atau bisa dihitung dengan jari yang melanjutkan ke jenjang pendidikan formal selanjutnya. Sebagai gambaran anak perempuan pada masa itu jika sudah lulus sekolah dasar maka akan segera dinikahkan oleh kedua orang tuanya....(masih seperti sinetron siti nurbaya, ya......saat itu masih ada sinetron siti nurbaya lohhhhh).. yang melanjutkan ke jenjang SMP paling-paling anaknya guru ku atau anaknya para pegawai negeri pada saat itu.... (atau kaum terdidik, yang sudah tahu arah setelah sekolah formal). bersambung......
Read More......

Rabu, 01 September 2010

About

Inspirasi

Dalam blog ini nanti akan banyak dijumpai mengenai tulisan inspirasi. yang kami maksud dengan inspirasi disini adalah apa-apa yang kami dengar dengan segala keterbatasan yang ada kemudian dituangkan kembali dengan kontek dan gaya bahasa penulis sendiri, jadi apa yang ada di tulisan inspirasi tidaklah sama dengan apa yang djelaskan atau dikatakan oleh yang menyampaikan pada waktu itu. ini hanyalah sebuah ungkapan untuk terus mencari, belajar dan berbagi untuk kebaikan.
jika dalam tulisan ada yang tidak sesuai mohon untuk dikoreksi. demikian dari penulis agar menjadi maklum adanya.


Baihaki
"Mencari, Belajar dan Berbagi"

Read More......
Next home
Google Translate
Arabic Korean Japanese
Chinese Simplified Russian Portuguese
English French German
Spain Italian Dutch